Artikel

ASAL MUASAL KEMUNCULAN KEHIDUPAN TASAWUF

Penelusuran tentang asal muasal tasawuf sebagai ajaran spiritual Islam sebenarnya mudah dilacak karena kemunculannya seiring dengan kedatangan Islam itu sendiri. Namun penelusuran asal muasal Tasawuf menjadi sangat panjang ketika tasawuf dihadapkan pada gaya hidup seorang sufi yang identik dengan kesederhanaan dan jauh dari hiruk pikuk duniawi. Ada beberapa temuan dan penelusuran yang pernah dilakukan oleh para orientalis dan para pemikir akan mulanya muncul kehidupan sufi atau ajaran tasawuf. Mereka berpendapat bahwa kemungkinan awal mula kemunculan Tasawuf sebagai gaya hidup para shufi dapat dipaparkan menjadi  beberapa temuan:

  1. Kemunculan tasawuf kemungkinan karena pengaruh dari tradisi orang-orang Nasrani (para rahib) yang saleh dan lurus dalam menjalankan ibadah-ibadah mereka melalui uzlah atau mengasingkan diri dan terpisah dari keramaian.
  2. Tasawuf juga pernah dikatakan bahwa kemunculannya karena respons kaum muslimin yang saleh ketika melihat para penguasa muslim dan orang-orang muslim yang berharta bergelimang dengan kehidupan yang penuh foya-foya dan hura-hura. Respons tersebut memunculkan sekelompok orang saleh yang memakai pakaian sangat sederhana yang terbuat dari bahan wol (shûf) dan tata cara kehidupan mereka yang jauh dari kemewahan dan glamour.
  3. Ada pendapat yang mengungkap bahwa tasawuf kemunculannya diindentikkan dengan pola hidup para sahabat Nabi Muhammad saw. yang sangat gemar ibadah sehingga mereka mengasikkan diri (khalwat) di rumah Allah (masjid) dalam kesehariannya. Mereka inilah yang disebut Ahlusshufah, para penikmat ritual di Masjid Nabi saw., yang kemudian menjadi awal mula tradisi tasawuf.

Untuk melirik Tasawuf sebagai gaya hidup sederhana nonduniawi, sebenarnya masih banyak kemungkinan tentunya untuk ditelusuri mengenai awal mula kemunculannya sebagai yang demikian, namun dominasi ketiga temuan di atas yang seringkali diungkapkan sebagai dasar pengetahuan akan asal muasal kemunculan Tasawuf sebagai tradisi hidup.

 

Asal muasal Tasawuf sebenarnya muncul karena dari semangat wahyu Allah itu sendiri yang dipraktekkan langsung oleh Rasulullah SAW,

–Syaikh KH. Sa’adih–

 

Berbeda dengan pendapat di atas, Syaikh KH. Sa’adih al Batawy berpendapat bahwa asal muasal Tasawuf sebenarnya muncul karena dari semangat wahyu Allah itu sendiri yang dipraktekkan langsung oleh Rasulullah SAW, lalu menjadi tradisi para Sahabat dan kemudian menjadi tradisi turun temurun yang dilestarikan oleh para Aulia. Al-Qur’an lah yang menjadi sumber inspirasi dan gaya hidup bagi mereka yang disebut para Shufi, bukan karena pengaruh budaya dan tradisi dari kelompok tertentu. Jadi, Tasawuf, menurut beliau, adalah respons ajaran Islam terhadap dinamika kehidupan manusia yang menghantarkan kepada kehidupan yang penuh kharismatik dan menjadi cermin keunggulan manusia dalam peradabannya. Kemunculan dan asal muasal tasawuf pastinya sejak munculnya Islam yang diemban oleh Rasulullah saw.

Hal senada juga muncul dengan apa yang diungkap oleh al Tafsanzany bahwa al-Qur’an lah yang menjadi titik awal kemunculan Tasawuf yang terimplementasikan dalam akhlak Rasulullah SAW. Keagungan dan keluhuran pribadi Nabi SAW adalah esensi dari makna dan ajaran Tasawuf secara keseluruhannya. Jadi, Rasulullah SAW adalah Shufi Sejati yang menjadi prototipe  bagi para shufi-shufi selanjutnya.

* Penulis: Ust. H. Mulyadi Mughni, M.A.