Berita

105 JAMAAH IKUT UMROH BERSAMA Mursyiduna Syeikh KH Saadih Al-Batawi

Jakarta  – Sebanyak 105 jamaah Majelis Dzikir Assamawaat Al Maliki Jakarta melakukan ibadah umroh spiritual ke tanah suci yang di pimpin langsung oleh Syeikh KH Saadih Al-Batawi mulai tanggal 12 Maret hingga 22 Maret 2017.
   Sebelum melakukan keberangkatan, para jamaah berkumpul di Majelis Dzikir Assamawaat Al Maliki Jakarta untuk mendapatkan bimbingan rohani dari Syeikh KH Saadih Al-Batawi sekaligus mengecek segala persiapan.
   Ikut juga perwakilan dari Badan Eksekutif Majelis (BEM) dalam rombongan seperti halnya H. Saragih dan H. Astoananto. Sedangkan untuk dewan Assatidz yakni Ust. Nurhayadi M. Ag, Ust. Samsudin MPd.i dan Ust. Mukmin jahari S.kom
  Dalam sambutan sebelum keberangkatan, Syeikh KH Saadih Al-Batawi mengatakan kepada jamaah agar tidak menjadikan ibadah umroh mencari pahala tetapi sebaliknya yakni menumbuhkan rasa malu di hadapan Allah.
    Sebab, pahala akan diperoleh dari pelajaran yang dilakukan selama perjalanan umroh dan mengimplementasikannya setelah kembali ke tanah suci.
   Misalnya saja Panglima TNI Jenderal Gatot yang juga kemarin telah berangkat umroh dan menghubungi dirinya untuk mendapatkan bimbingan. Sebab, misi yang dilaksanakan yakni dalam menyiapkan barisan untuk mempertahankan keutuhan NKRI dan membela Agama Allah SWT.
    “Yang paling utama adalah bagaimana kita nantinya mengimplementasikan hasil dari perjalanan ibadah umroh ini di tengah – tengah masyarakat. Maka itu, harus banyak mengambil pelajaran dari umroh ini. Jangan sekedar hanya mencari pahala,” ujar Syeikh KH Saadih Al-Batawi.
   Dirinya pun juga mengajak kepada para jamaah umroh untuk melakukan sedekah saat umroh nanti. Sebab, tak banyak dilakukan oleh setiap orang saat umroh dan hanya kegiatan rutinitas semata.
   Selama di tanah suci nantinya, Syeikh KH Saadih Al-Batawi menuturkan jika dirinya bersama rombongan pada hari kedua akan melakukan itikaf di ( Shufah dimana pada zaman rasul tempat tersebut di gunakan untuk bermusyawarah dengan Para sahabat dalam membangun agama bangsa dan negara) sebagai bentuk laporan kepada baginda Rasullah SAW.
    “Mari, kita jadikan ibadah umroh ini untuk mendapatkan pelajaran & Mendapatkan Rasa ( Zauk) Serta yang terpenting untuk menggapai Ridho nya ” ujarnya

 

Majelis Dzikir As-Samawaat Al-Maliki

www.assamawaat.id