Berita

Majelis Ilmu Sebagai Pengganti Umur Yang Hilang

Tangerang Selatan , (13/03/2017). Secara matematis umur kita yang singkat ini tidak cukup untuk memenuhi kewajiban kita beribadah kepada Allah Swt. Padahal tujuan penciptaan kita sebagai manusia adalah untuk beribadah kepadaNya. “Mari kita hitung, berapa banyak dari umur kita yang kita.gunakan untuk.beribadah,” kata  Ust. Muhammad Sholeh, Lc  di Ta’lim bulanan Sub Distrik Tangerang Selatan  Senin malam(13/3).  Kegiatan  yang dilaksanakan di kediaman Abdul Munief di Jalan Masjid At-Taqwa RT1/3 Kodiklat Buaran,  Serpong, Tangerang Selatan ini, diikuti sejumlah ibu – ibu dan warga sekitar.

Ust.  Sholeh menegaskan, sangat sedikit dari umur kita yang kita gunakan untuk ibadah. Selebihnya banyak terbuang percuma dan digunakan untuk hal-hal yang tidak ada manfaatnya. “Umur 0 sampai dengan 15 tahun kita banyak gunakan untuk main-main saja. 16 sampai 25 tahun kita baru cari identitas. 26 sampai 40 kita sibuk membangun karir dan pekerjaan. 41.sampai 60 apa yang kita kerjakan?” katanya retoris. Padahal usia rata-rata ummat Nabi Muhammad Saw antara 60 dan 70 tahun. Dari umur itu belum dikurangi dengan waktu tidur kita yang hampir mengambil dari separonya. 
 
Maka untuk memenuhi defisit ibadah, majelis ilmu adalah tempat yang disediakan untuk hamba-hambaNya mengganti umur yang telah hilang itu. Karena  mengikuti satu majelis ilmu lebih baik dari ibadah sepanjang  tahun (??? cek hadist aslinya) “Tidak akan beranjak kaki seorang hamba di hari kiamat nanti sebelum.menjawab beberapa pertanyaan, salah satunya kemana umurnya dihabiskan,” tegas Ustadz Sholeh.

Pembina Distrik Banten Raya ini mengajak para jamaah untuk memanfaatkan momentum ta’lim yang diselenggarakan oleh Sub Rayon, Rayon, Sub Distrik, Distrik maupun majelis pusat. Bagi jamaah yang belum bisa mengikuti ta’lim maka dapat terus belajar ilmu  melalui ta’lim yang diselenggarakan oleh majelis pusat seperti pengajian malam jumat, malam minggu atau pengajian bulanan. Jika karena kesibukan pekerjaan dan belum bisa belajar ilmu, maka setidaknya mendengarkan tausiyah atau ceramah yang disampaikan oleh asstiadz maupun Kyai. Dan jika mendengarkan ceramah pun belum bisa, setidaknya cinta atau suka pada orang yang belajar ilmu . “Jangan sampai kita menjadi orang yang diluar itu, jangan sampai itu terjadi,” katanya.

Kegiatan ta’lim bulanan Sub Distrik Tangerang Selatan dilaksanakan pada pekan kedua setiap bulan. Kali ini, dilakukan bersama  Rayon Pamulang, Serpong dan Pondok Aren.  Hadir dalam dalam kesempatan itu, Koordinator Assatidz Ust. Edy Cahyanto dan  EO IT dan Publikasi Majelis Dzikir Assamawaat AlMaliki  Aswandi As’an.

Ta’lim bulanan distrik Tangerang Selatan dilaksanakan di lokasi berbeda dari rumah ke rumah jamaah dan warga sekitar.***