Berita

Ta’lim Dari Makkah; Mengkaji Surat Al-Qolam Oleh Mursyiduna Syeikh KH Sa’adih Al-Batawi

Jakarta, 17/03/2017, Melalui sambungan video call  Pimpinan Majelis Zikir As-Samawaat Al Maliki,
Mursyiduna Syaikh KH. Sa’adi Al-Batawi memimpin langsung kajian malam Jumat di Majelis Pusat, Puri Kembangan, Jakarta Barat. Saat ini Mursyiduna Syaikh KH. Sa’adi Al-Batawi sedang berada di Mekkah melaksanakan ibadah umroh bersama 105 jemaah. 
 
Mengenakan gamis berwarna putih,  Mursyiduna Syaikh KH. Sa’adi Al-Batawi menyapa  jemaah dengan menceritakan singkat perjalanan umrohnya. “Perjalanan umroh kali ini membawa misi yang sama dengan misi Rosulullah ketika hijrah.”   KH.Saadi kemudian meminta jemaah membuka surat Al Qolam, surat ke 68 dari AlQuran. 
 
Surat Al Qolam itu, menurut KH. Saadi adalah menceritakan perjalanan Rosul dalam menjalankan dakwahnya. Sebagai sosok mulia Rosulullah memiliki akhlak yang luhur yang Allah puji langsung dalam ayat ke-4 dari surat AlQolam itu. “Rosulullah itu adalah orang yang paling memahami dan mengetahui tentang nikmat Allah. Karenanya dia tidak pernah lelah dan berhenti untuk mengajak manusia mengenal Allah,” jelas KH. Saadi. 
 
    Mursyid menekankan, seorang Salik harus menjadikan akhlak Rosulullah sebagai bidikan dalam Suluknya. Akhlak itu menjadi kunci utama untuk bisa meraih Mahabbah. “Akhlak itu juga menjadi kunci keberhasilan dakwah,” tegas  Mursyid. 
 
Mengajak manusia untuk mengenal Allah itu bukanlah jalan mudah. Rosulullah yang melakukan dakwah dengan keluhuran budi tetap saja dibilang sebagai orang gila oleh orang yang menolak ajakannya.  Dan siapapun memilih jalan ini mengikuti Rosul membangun agama  harus bersiap-siap mendapat ejekan, dianggap aneh, dikatakan  sebagai orang gila. “Maka itu, bersiaplah untuk dibilang gila jika kita akan mengikuti Rosulullah,” katanya
 
Mursyid menegaskan agar para jemaah sering-sering untuk tirakat dan kholwat di Tanjung Burung. Tirakat dan kholwat adalah metode pelatihan spiritual para Salik dalam Suluknya.  Tanpa pelatihan sangat mungkin seorang Salik akan hilang fokus dan konsentrasi sehingga tidak mampu menaiki anak tangga perjalanannya. 
   
 Mursyid menekankan setiap jamaah untuk mencintai Rasul dengan mengikuti akhlaknya. Caranya adalah menjadi seorang salik yang belajar kitab dan tahu bidikannya yakni Akhlak Rasul. Sehingga sifat allah akan melekat kepada orang yang menjalaninya.
   Cara lainnya adalah dengan menjalankan sholat malam, membaca al-quran dan merenungi kebesaran allah. Dengan fasilitas di Tanjung Burung yang telah disediakan, diharapkan para jamaah bisa menggunakannya dengan maksimal melalui kegiatan tirakat dan khalwat.
   Meski video call yang dilaksanakan tidak berlangsung lama, namun pesan yang disampaikan oleh Mursyid sangat begitu bermanfaat. Hal tersebut terlihat dari respon jamaah yang merenungi setiap pesan yang disampaikan oleh Mursyid.
    Syeikh KH Sa’adih Al-Batawi melakukan ibadha umrah mulai tanggal 12 Maret hingga 20 Maret. Selama perjalanan umrah, telah disiapkan sejumlah kegiatan khatam Al-Quran di Majelis pusat oleh setiap distrik