Berita

alhamdulillah, Mursyiduna Syeikh KH. Sa’adih Al-Batawi telah Pulang Umroh

Jakarta – Senin Malam (19/3/2017), alhamdulillah, Syeikh KH. Sa’adih Al-Batawi telah kembali ke Jakarta setelah menjalankan ibadah umroh selama kurang lebih 9 hari. Syeikh KH. Sa’adih tiba di Terminal 2 pada pukul 7 malam, yang disambut oleh sejumlah jamaah yang akan mengawal Kyai hingga ke Majelis.

               Setibanya di Majelis Dzikir As-Samawaat Al-Maliki, Kyai Sa’adih sudah dinantikan oleh murid-murid beliau, baik dari pihak Badan Eksekutif Majelis, Dewan Asatidz, maupun para jamaah yang sudah menunggu kehadiran beliau sedari sore. Semua yang hadir begitu senang melihat Kyai Sa’adih yang tiba di Majelis dengan mengumbar senyum lebar penuh kebahagiaan.

               Dalam ceremonial menyambut kedatangan Kyai Sa’adih, kata sambutan para jamaah (murid) diwakili oleh Dr. Nandang Najmul Munir, MS., yang menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah Swt. atas kehadiran kembali Mursyid dalam keadaan sehat wal afiat dari perjalanan ibadah umroh bersama rombongan sebanyak 105 jamaah.

               Pada kesempatan Senin malam tersebut, Syaikh KH. Sa’adih memberikan kata sambutannya dengan menyampaikan sejumlah mutiara hikmah yang bisa dijadikan pelajaran buat para jamaah yang hadir.  Di antaranya adalah tentang pelajaran dari kisah Rasulullah bersama Sayidina Abu Bakar saat di Gua Tsur ketika beliau sedang melakukan perjalanan hijrah ke Madinah.

               Berdasarkan sebuah riwayat, saat Rasulullah berhijrah dari Mekah ke Madinah bersama Sayidina Abu Bakar ash-Shidiq, beliau sempat mampir ke Gua  Tsur selama 3 malam demi menyelamatkan diri dari kejaran pasukan Kafir Quraisy. Ketika dalam gua tersebut, ada sejumlah makhluk Allah yang turut menjaga Rasulullah dari intaian kafir Quraisy, seperti burung merpati, laba-laba, dan ular.

               Kisah semangatnya makhluk-makhluk Allah tersebut untuk melindungi Rasulullah-lah yang membuat Syaikh KH. Sa’adih dan para muridnya yang ikut dalam rombongan umrah begitu terharu. Bahkan, tidak sedikit para jamaah umroh khususnya ibu-ibu lanjut usia yang kagum dengan perjuangan makhluk-makhluk Allah itu, sebagaimana yang dituturkan Kyai Sa’adih dalam sambutannya.

               “Sebelum kembali ke Jakarta, saya sempat menangis karena nenek-nenek banyak yang menyampaikan bahwa mereka tidak mau kalah dengan makhluk-makhluk Allah yang melindungi Rasul di Gua Tsur, bahkan termasuk dengan seekor ular berbisa yang sempat mencatek pergelangan kaki Abu Bakar. Sesungguhnya makhluk yang mematikan tersebut pun bertujuan untuk menjaga Rasulullah dari berbagai serangan sekecil apa pun,” jelasnya.

               Semoga mutiara-mutiara hikmah lainnya sebagai oleh-oleh Mursyid bisa kita nikmati dalam berbagai kesempatan kajian bersama beliau, baik kajian malam Jumat, malam Minggu, atau kajian bulanan. (Anis)