Artikel

Bupati Semarang Hadiri Tawaquf Pengajian Bulanan Distrik Semarang Majelis Dzikir As Samawaat Al Maliki

Bupati Semarang Hadiri Tawaquf Pengajian Bulanan Distrik Semarang Majelis Dzikir As Samawaat Al Maliki

Semarang – Bupati Semarang, Drs. H Munjirin, Sp.OG bersama aparatur di pemerintah di Kabupaten Semarang, unsur TNI/Polri dan Ulama menghadiri Peringatan Isro Mi’roj dan Tawaquf pengajian bulanan Majelis Dzikir Assamawaat Al Maliki Distrik Jawa Tengah yang dilaksanakan hari Minggu (16/4/2017) di Masjid Agung Al Mabrur Unggaran, Sub Distrik Kota Semarang.  Antusias warga Semarang pun begitu besar. Hal tersebut terlihat dari kehadiran jamaah sejak pagi dan mempersiapkan kegiatan beberapa hari sebelumnya.

Tawaquf pengajian bulanan Sub Distrik Kota Semarang dimulai dengan pembacaan ayat Suci Al-Quran oleh Anand Arda, murid kelas 4 SD di Semarang. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian hikmah Isro Mi’roj & tausiyah yang disampaikan oleh Dewan Assatidz Majelis Dzikir As-Samawaat, Jakarta.


 Adapun dewan Assatidz Majelis Dzikir As Samawaat Al Maliki yang hadir dalam tawaquf pengajian tersebut yakni Ustadz H. Mulyadi Mughni MAg, Ustadz Ahmad Subhan MPd.i dan beberapa dewan assatidz lainnya.
 
Dalam tausiyahnya, Ustadz H. Mulyadi Mughni MAg membahas mengenai peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang melakukan perjalanan ke Sidratul Muntaha dan mendapatkan perintah untuk menjalankan Shalat.
Dijelaskannya, perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Sidratul Muntaha merupakan kehendak Allah yang tidak bisa dibantah oleh siapapun.  
 “Jika Allah sudah berkehendak dan tinggal Kun Fayakun maka Nabi Muhammad bisa ke Sidratul Muntaha,” ujarnya.
 
Dikatakannya, Rasul merupakan makhluk yang paling dicintai dan disayangi oleh Allah sehingga bisa sampai ke Sidratul Muntaha dan mendapat amanah tentang Sholat.Maka itu, umat islam harus tunduk dan sujud kepada Allah untuk ketenangan dan kedamaian dalam kehidupan. Sebab, sholat adalah bagian dari Akhlaq Nabi.

Oleh karena itu, kita yang telah mendapatkan perintah Sholat itu harus memperkuat ibadah dan juga mengaji untuk keberkahan.”Apabila ada orang yang tak ibadha lalu mendapatkan segala yang diingikannya maka namanya Istidrof,” pungkasnya.
 
Sementara itu, Ustadz Ahmad Subhan MPd.i mengajak umat islam agar jangan sampai menjadi pendusta agama. Caranya adalah dengan menjadikan ajaran dan perintah di Al-Quran sebagai bimbingan dan amalan kehidupan.
 
Diceritakannya, Mbah Mangli pernah berkata bila ingin hidup selamat itu maka harus seperti kereta yang berjalan di dua batang rel. Begitu juga dengan kehidupan kita harus berpegangan pada Al-Quran dan Hadist.Kenapa begitu, dijelaskannya, sendi pokok kehidupan adalah sholat. Orang yang telah melaksanakan Sholat maka telah menegakan agama. Tetapi orang yang tak menjalankan sholat maka sama saja menghancurkan agama.

 Sebelum acara Peringatan Isro Mi’roj dan Tawaquf pengajian bulanan di tutup, dilakukan santunan kepada 200 anak Yatim oleh Bapak Bupati, unsur pemerintahan, aparat TNI /POLRI dan para Ulama yang hadir. Doa penutup disampaikan oleh salah seorang Yatama penerima santunan dan dilanjutkan  oleh KH. Moch Rohani BA selaku Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Susukan