Artikel

Masjid Assamawaat Dibangun Tanpa Kubah dan Dilengkapi Pusat Tahfidz Quran

 Tangerang – Masjid Majelis Dzikir Assamawaat Al Maliki di Desa Kohod Kabupaten Tangerang Banten yang akan dibangun pada tahun ini, akan dilengkapi dengan pusat Tahfidz Al-Quran hingga mihrab yang menyerupai Ka’bah.
     
Bpk. Saragih dari Badan Eksekutif Masjid (BEM) selaku penanggung jawab pembangunan masjid menuturkan rencana pembangunan masjid diatas lahan seluas dua hektar telah direncanakan sejak tahun 2015 dan baru terealisasi saat ini.
 
Hal ini dikarenakan adanya beberapa perubahan desain masjid setelah Mursyid menemukan konsep yang terkinian atau yang disebut millenium. Dijelaskannya, Masjid Assamawaat akan dilengkapi dengan beberapa sarana pendukung lainnya. Misalnya saja minimarket, restoran, hall, toilet, rumah singgah, main lobby, pendopo, Mihrab seperti di Ka”bah, gedung serba guna sebagai open theater, penginapan VIP hingga kantor.
 
Bahkan, nantinya akan juga dibuatkan air mancur disekeliling masjid yang dilengkapi dengan lampu – lampu. Sehingga ketika adzan dikumandangkan akan menimbulkan suara yang seirama. “Pembangunannya memang agak sedikit mundur karena konsepnya disesuaikan dengan kebutuhan jangka panjang termasuk juga tempat khalwat,” katanya.
 
Adapun biaya untuk seluruh proses pembangunannya, diperkirakan akan menghabiskan biaya sebesar Puluhan Miliar diluar dari lahan yang sudah ada. Bahkan, nantinya akan ditambah fasilitas area parkir seluas satu hektar.
 
Dalam proses pelaksanannya, pembangunan akan dilakukan secara bertahap melalui rencana jangka pendek dan jangka panjang. Sebab, bahan yang akan digunakan untuk pembangunan merupakan bahan yang utama seperti kayu jati dan beberapa bahan bangunan yang harus dipesan dari luar.
 
Pimpinan Majelis Dzikir As Samawaat Al Maliki Mursyiduna Syeikh KH. Sa’adih Al Batawi menginginkan agar bahan yang dipakai dalam pembangunan ini adalah yang utama. Maka itu pembangunannya dilakukan secara serius,” paparnya.
 
Selain pembangunan Masjid Assamawaat, saat ini juga telah dilakukan penyelesaian tempat khalwat Siti Aisyah yang nantinya pun sebagai tempat kegiatan jamaah