Berita

As-Samawaat Season 2 Dimulai dari Pembangunan Masjid “As-Samawaat”

As-Samawaat Season 2

Dimulai dari Pembangunan Masjid  “As-Samawaat”.

Kohod, 22/10/2017.  Bersamaan dengan momentum Pengajian Bulanan,  Majelis Dzikir Assamawaat Al Maliki,  memulai pembangunan masjid “Assamawaat”.  Masjid itu dibangun di atas lahan seluas 15.000 m2, dengan luas bangunan  1.500 m2.  Lahan dan bangunan mesjid itu, berada pada 20 ha kawasan  terpadu  Majelis Dzikir Assamawaat, yang terletak di Kampung Alar, Desa Kohod, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten. Sebuah kawasan yang berada tidak jauh dari pinggir pantai utara pulau Jawa bagian barat, yang berhadapan dengan Kepulauan Seribu.

Penandaan dimulainya pembangunan masjid ini  diawali dengan sholat Dzuhur yang dipimpin langsung  oleh  KH. Sa’adih Al Batawi, di lokasi mesjid akan  dibangun.  Diiringi bacaan takbir dan sholawat ribuan jamaah  majelis Dzikir Assamawaat, KH. Sa’adih Al Batawi, menandai titik awal pembangunan ini dengan memasukkan adukan semen ke dalam lobang tiang pancang, yang diikuti  oleh semua perwakilan dari setiap komponen Majelis Dzikir Assamawaat  Al Maliki.  Dipimpin tim asatidz, sebagian jamaah laki-laki mengelilingi  lokasi tiang-tiang  dan  mengumandangkan adzan secara bersamaan. Ikut serta dalam kegiatan itu, Rektor IAIN Bengkulu, Prof. Dr. Sirajuddin yang datang khusus dari Bengkulu untuk melihat kegiatan Majelis Dzikir Assamawaat dalam membina ummat. 

Masjid ini akan dibangun di atas air yang ditopang dengan 120 tiang.  Dari rancangan anggaran biayanya, masjid ini akan menghabiskan biaya  Rp. 11 milyar lebih.  “Untuk fondasinya saja, memerlukan  anggaran Rp. 1,3 M,” kata H. Sunggul Saragih, Ketua Panitia Pembangunan masjid Assamawaat.  Pengerjaan teknis dikerjakan oleh  PT. Murti Cahaya Wirasaba. Pengawasan dan kontrol langsung oleh Pimpinan Majelis Dzikir Assamawaat, KH. Sa’adih Al Batawi.  Menurut H. Saragih, material masjid adalah material terbaik yang  didatangkan dari  sumbernya.  H. Saragih adalah jamaah Assamawaat yang  juga CEO PT. Murti Cahaya Wirasaba.  Atap masjid  contohnya, kata H. Saragih  menggunakan material yang dilapisi aspal, sehingga ketika hujan lebat di dalam masjid  tetap tenang dan tidak berisik. Di empat penjuru angin, terpasang  kamera CCTV untuk mengawasi sekaligus mendokumentasi  proses pembangunan dari awal hingga akhir.

“Masjid ini kita bangun agar kita punya Atsar, punya jejak yang kita wariskan pada generasi  yang akan datang,”  kata KH. Sa’adih di depan jamaah.  Masjid  ini nantinya akan dibuka selama 24 jam yang dijaga oleh jemaah distrik secara bergantian. Sebagaimana para auliya di masa lampau yang memiliki ajaran dan warisan kepada  generasi  setelahnya,  Assamawat juga, lanjut KH. Sa’adih harus memiliki warisan. “Kalian para santri harus siap menjadi pelanjut dakwah ini, apakah kalian siaap..?” tanya KH. Sa’adih kepada 600 santri  pesantren “Sirojul Ummah”  yang duduk di sisi kanan panggung. Serentak para santri itu menjawab,” Siaaaap!”.  Selain para santri hadir pula 67 anak yatim dari kampung sekitar lokasi pembangunan mesjid.  Juga masyarakat pulau Untung Jawa, Kepulauan seribu yang hadir sejak matahari belum terbit.

“Hari ini tanggal 22 Oktober 2017, bertepatan dengan tanggal 2 Shaffar 1439 H, yang juga hari Santri Nasional,  kita memulai pembangunan masjid Assamawaat. Semoga Allah SWT menurunkan rahmat dan keberkahan kepada masjid ini, sehingga mesjid ini menjadi tempat untuk membangun ketaqwaan  dan pembinaan akidah ummat,”  kata KH. Sa’adih.  Sebagaimana yang telah dicontohkan Rosulullah, semua jamaah harus ikut andil dalam pembangunan masjid ini, sehingga masjid sebagai central aktifitas pembinaan ummat yang akan menjadi  aset jemaah, ummat dan bangsa.

Matahari bersinar terik, sebagian jemaah masih berada di dalam lumpur bersama dengan  Mursyiduna membaca tahlil dan sholawat di pancang-pancang  bambu tempat tiang-tiang  masjid akan dibangun.  Sebagian jemaah terutama jemaah perempuan berdiri mengelilingi  diatas lokasi masjid.  Dengan gamis yang masih berlumur lumpur, KH. Sa’adih membaca doa penutup, sebagai penanda bahwa prosesi dimulainya pembangunan masjid  Assamawat, sudah selesai.  Dalam beberapa kesempatan,  KH. Sa’adih menyebut, pembangunan masjid ini juga sebagai penanda dimulainya  Assamawaat season 2.  Hasbunallah wa nikmal wakil,  n’imal maulaa wa ni’man nashir.  (end)